SEMUA BERAWAL DARI... (kata itu diberi nama CINTA)

DIsarankan ...

aaaku. Powered by Blogger.

PROLOG

Tri Sulistyo Sebelumnya aku sampekan maap se-gede2-nya, kalo mungkin aja tulisan ato postingan banyak dari copas punya senior2 dan aku lupa ambilnya. Hingga gak aku cantumin sumbernya. Cuman satu yang aku yakinin bila bila senior semua ikhlas...
> > Mengharap Surga dengan RAMBUT

Mengharap Surga dengan RAMBUT

|

MEMILIKI rambut indah memang menjadi idaman setiap wanita. Hitam pun tak lagi menjadi warna dominan pada rambut. Demi membuat tampilan lebih menarik banyak wanita mengubah warna rambutnya.

Perbuatan ini terutama banyak dilakukan oleh orang-orang yang sudah tumbuh uban. Mereka menyemir rambut yang sudah putih itu dengan bahan penghitam rambut, sehingga orang tidak mengerti kalau dia telah ubanan
Ups, jangan terburu-buru menyemir rambut dengan warna hitam.

Memang, nabi Muhammad sendiri membolehkan menyemir rambut asalkan tidak dengan warna hitam. Bahkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dijelaskan, ’’Kelak pada akhir zaman akan ada kaum yang menyemir (rambutnya) dengan (bahan) hitam seperti tembulon burung merpati, mereka tidak akan mencium bau surga.’’

Rasulullah sendiri memilih menyemir ubannya dengan daun pacar. Warna yang dipilih cenderung kuning dan kemerah-merahan. Yang pasti tidak hitam.  Daun pacar atau yang juga disebut henna memiliki nama ilmiah Lawsonia Inermis, termasuk anggota tanaman dari Famili Lythraceae.

Henna telah dikenal cukup lama dalam dunia Arab dan Islam, berkembang secara luas di wilayah Iran, India dan Sudan.
Bahkan sebetulnya sudah ditemukan sejak jaman Mesir kuno.

Cegah Keputihan

Tanaman ini tingginya bisa mencapaii 4 meter. Batangnya berkayu, berduri, daun tunggal duduk berhadapan dan berbentuk bulat telur. Bagian  pohon yang bisa digunakan antara lain daun, minyak, bunga, dan akar. Selain untuk pewarna rambut dan kuku tanaman ini juga berkhasiat untuk mencegah keputihan, nyeri haid, sakit kuning dan mengobati cantengen.

Saat ini daun pacar sebagai salah satu bahan pewarnaan rambut tampil lebih varatif yakni serbuk, cair dan pasta. Peruntukannya pun menurut manager Khasanah Busana Muslim Al Fath, Yani tak lagi sebatas memberikan tampilan berbeda pada rambut tetapi juga kuku. Warnanya pun  beragam. ”Mulai dari cokelat, merah sampai dengan burgundy,’’ kata dia.

Untuk yang berbentuk cair cara pemakaiannya lebih praktis. Tinggal dioleskan saja, dan tunggu selama beberapa saat. Ini berlaku juga untuk daun pacar yang sudah diolah hingga berbentuk pasta. Untuk serbuk, perlu ditambahkan air. 
”Agar hasil lebih maksimal perlu ditambahkan air teh yang sudah didiamkan semalaman,’’ kata Yani.

Proses pendiaman, kata dia, berbeda antara rambut dan kuku. Untuk pewarnaan kuku, proses pendiaman cukup dilakukan selama 30 menit. Sementara untuk rambut proses tersebut berlangsung selama dua jam. ”Baru setelah itu dibilas dengan air. Untuk rambut saat membilas tak perlu menggunakan sampo,’’ terang dia.

Hal lain yang bisa dilakukan dengan daun pacar adalah untuk melukis tangan. Untuk yang satu ini diperlukan cetakan berbentuk ukiran yang ditempel di tangan. Baru kemudian daun pacar tersebut dioleskan mengikuti lubang pada cetakan. (Roosalina-41)
(/


Hadist Rasululloh :
Seiring berjalannya waktu rambut di kepala dan jenggot tak terasa memutih. Menyikapi fenomena ini sebagian orang berinisiatif untuk menyemir rambutnya. Tak sedikit yang memilih warna hitam. Apakah hal ini dibolehkan?

إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani itu tidak menyemir uban. Oleh karena itu selisihilah mereka” (HR Bukhari no 3275 dan Muslim no 80)
Hadits ini adalah yang menunjukkan adanya anjuran untuk mengubah warna uban dengan yang lainnya dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi yang memiliki ciri khas tidak mau mengubah warna uban.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أُتِىَ بِأَبِى قُحَافَةَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ وَرَأْسُهُ وَلِحْيَتُهُ كَالثَّغَامَةِ بَيَاضًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « غَيِّرُوا هَذَا بِشَىْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ ».
Dari Jabir bin Abdillah, Abu Quhafah (bapak dari Abu Bakr, pent) didatangkan ke hadapan Nabi saat Fathu Makkah dalam kondisi rambut kepala dan jenggotnya putih semua bagaikan tsaghomah (pohon yang daun dan bunganya berwarna putih, pent). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu namun jauhilah warna hitam” (HR Muslim no 5631).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِى آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لاَ يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ».
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di akhir zaman nanti akan ada sekelompok orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam bagaikan tembolok burung dara. Mereka tidak akan mencium bau surga” (HR Abu Daud no 4212, dinilai shahih oleh al Albani).
 
Bookmark and Share
Terima kasih Anda telah membaca Mengharap Surga dengan RAMBUT. Mungkin Anda tertarik ingin membaca artikel ©Kejahatan dan Kemuliaan yang lainya?

Ditulis Oleh : tri sulistyo ~ Kejahatan dan Kemuliaan berawal dari CINTA

Tri Sulistyo Sobat sedang membaca artikel tentang Mengharap Surga dengan RAMBUT ini dipublish pada hari 1 December 2012. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

Ingin artikel seperti Mengharap Surga dengan RAMBUT diatas langsung ke Email anda? Silahkan masukan alamat email anda untuk berlangganan :

0 Comments
Tweets
Komentar

Post a Comment

Lebih Bijak jika anda berkomentar..

DAFTAR ISI
Widget by Putra Q-Ae