SEMUA BERAWAL DARI... (kata itu diberi nama CINTA)

DIsarankan ...

aaaku. Powered by Blogger.

PROLOG

Tri Sulistyo Sebelumnya aku sampekan maap se-gede2-nya, kalo mungkin aja tulisan ato postingan banyak dari copas punya senior2 dan aku lupa ambilnya. Hingga gak aku cantumin sumbernya. Cuman satu yang aku yakinin bila bila senior semua ikhlas...
Showing posts with label Menjahit. Show all posts
Showing posts with label Menjahit. Show all posts

Pasang Retsleting Jepang Pakai sepatu tunggal (sebelah)

Retsleting jepang berbeda dengan retsleting pada umumnya. Karena retsleting tersebut dibuat agar dari luar tidak tampak. oleh karena itu pemasangannya juga membutuhkan cara atau trik dan keahlian. Cara ini menggunakan mesin jahit biasa namun menggunakan sepatu jahit tunggal atau satu.




Langkah-langkah :
1. Lepas sepatu mesin yang terpasang. Untuk diganti denga sepatu tunggal.

pada bagian kiri dari dudukan sepatu Anda akan melihat ada sekrup

Kendurkan sekrup untuk melepaskan dudukan sepatu
 
Dudukan sepatu yang sudah di lepas Anda akan melihat yang tersisa sekarang hanya batang tempat dudukan sepatu tadi terpasang

2. Pasang dengan sepatu tungga.
dan kencangkan dengan obeng


Sepatu sebelah sudah terpasang pada mesin jahit portable Anda


Step by step memasang  
Retsleting Jepang    



STEP    1


Buat Anda yang baru pertama kali akan menjahit retsleting Jepang, sebaiknya mencoba terlebih dahulu pada perca kain. Gunting perca dengan ukuran 40 cm x 15 cm  ( 2 lembar ) 

Retsleting Jepang yang dipakai adalah yang panjangnya 25 cm

Ini adalah bagian depan dari bahan Buat garis bantu 3 cm dari pinggir bahan dengan kapur jahit




STEP     2

Semat retsleting pada bahan sebelah kanan, 

posisi kepala retsleting harus di bawah


 Buat tanda pada batas bagian bawah retsleting, 

kemudian buat tanda lagi 5 cm keatas yang di beri tanda anak panah

Tanda anak panah adalah batas jahitan



STEP    3

Jahit perlahan-lahan  sampai tanda yang ada anak panahnya tadi
Usahakan jahitan mepet sekali dengan gigi retsleting

Apabila kurang mepet retsleting masih bisa terlihat


Jahitan retsleting Jepang yang bagus adalah 
yang tidak terlihat ( invisible zipper )



STEP    4


Hasilnya setelah dijahit, 

kepala retsleting saya tarik keatas  




STEP   5


Kemudian semat retsleting pada bahan sebelah kiri, 

perhatikan kepala retsleting harus berada di bawah  


Perhatikan baik baik foto diatas, 

jangan sampai Anda terbalik memasangnya

STEP  6


Untuk menjahit pada bagian ini harus dari bawah ke atas, 

karena possisi sepatu sebelah nya  

Jadi Anda harus membalik posisi jarum pentulnya dulu yaa ...  

Kemudian jahit perlahan lahan dari bawah ke atas, 

usahakan untuk menjahit semepet mungkin dengan gigi retsleting


STEP    7



Ini adalah hasil nya, 

retsleting Jepang Anda sudah terpasang 

Tetapi retsletingnya masih bisa terlihat  

Ini harus di perbaiki lagi 



STEP    8

Cara memperbaikinya adalah dengan menjahit ulang lagi  

Tapi tidak perlu di dedel, 

Anda hanya menambah jahitan lebih mepet / sedekat mungkin 

dengan gigi retsleting


Jahit lagi sisi bahan sebelah kanan, pada waktu menjahit gigi retsleting di tarik ke arah kanan dengan jari Anda

Kemudian jahit sisi bahan sebelah kiri



STEP   9 

Retsleting Anda sekarang sudah tidak terlihat lagi 

Tarik kepala retsleting ke atas 


STEP    10


Langkah terakhir adalah menjahit bagian bawah 

Tumpuk bagian depan dari bahan


STEP    11



Kemudian jahit ke bawah dengan kampuh  3 cm, 

sisa retsleting juga di semat dengan jarum pentul 

supaya tidak terjahit 

Jahit dengan posisi sepatu sebelah seperti pada foto diatas 


STEP    12

MENJAHIT BET SERAGAM SEKOLAH DENGAN RAPI

Musim-musim awal pembelajaran seperti sekarang ini, banyak para ibu yang kebagian tugas untuk menjahit bet seragam anaknya. Mungkin masalah menjahit bet seragam ini kelihatan sepele dan tidak terlalu mendapat perhatian, tapi kalo bet seragam ini menjahitnya kurang rapi, tentunya akan mengurangi kerapian seragam yang dipakai. Selain itu bet yang bentuknya melengkung, bersegi-segi, tentunya akan menyulitkan kita dalam menjahitnya.
Disini saya akan berbagi tips / trik menjahit bet agar hasilnya rapi dan langkah-langkah menjahitnya pun mudah

  • Pertama tama yang harus kita lakukan tentunya menyiapkan bet yang akan dijahit, pakaian yang akan ditempeli bet dan kain lapisan tipis yang tembus pandang
  • Gunting lapisan seperti bentuk bet (gambar 1)
  • Tempelkan lapisan diatas bagian baik bet karena kain lapisannya tipis maka kita bisa melihat gambar bet dibawahnya (gambar 2)
  • Jahit pinggir bet kira-kira berjarak 2 milimeter dari garis pinggir bet gunanya adalah untuk memberi jarak lipatan agar pas dibalik garis pinggir bet tidak ikut terlipat kebawah.
  • buat lubang ditengah lapisan caranya tarik lapisan dari bet dan gunting pas ditengah gunanya untuk membalik bet ke bagian baik (gambar 3)
  • sebelum dibalik rapikan dulu pingirnya, gunting ujungnya agar tidak terlihat tebal saat dibalik, serta jangan lupa memberi guntingan vertikal pada bagian yang melengkung (gambar 4)
  • Balik melalui lubang dilapisan yang sudah kita buat tadi dan rapikan ujung-ujungnya, kalau perlu kita seterika dulu agar rapi sebelum dipasang


  • Sedangkan untuk cara pemasangannya, paskan ditempat yang ingin dipasangi bet, luruskan bagian atas dan bawahnya , jangan sampai miring setelah itu semat dengan jarum pentul dan jahitlah, atau untuk lebih praktisnya setik renggang secara vertikal bet tersabut seperti gambar dibawah ini



  • Jahit mengikuti pinggir bet, tapi jangan memulainya pas disudut karena akan menimbulkan bet mudah terkelupas saat pinggir jahitannya sedikit terlepas, mulailah dari agak ketengah (lihat gambar dibawah ini) agar pertemuan jahitan kelilingnya tidak dibagian sudut, hal inijuga akan membuat jahitan kita terlihat lebih rapi 




  • Lepas jarum pentulnya / setikan renggang vertikalnya dan seterikalah
  • Nah bet kita sudah terjahit dengan rapi dan siap untuk dipakai ke sekolah
Sumber : http://anaarisanti.blogspot.com

BALAJAR CARA MEN DESAIN BUSANA (BAG 1)

Desain Busana

Bagi teman-teman yang ingin bisa mendisain busana sendiri, disini saya akan berbagi tentang cara mendisain busana sendiri. Tulisan ini terdiri dari 9 bagian dari mulai mengenal pengertian desain, unsur-unsur desain, cara menggambar bagian-bagian tubuh dalam desain, cara menggambar bagian-bagian busana sampai pada pewarnaan gambar. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman, paling tidak saat mau ke penjahit teman-teman bisa menggambar sendiri model pakaian yang teman-teman inginkan dan si penjahit juga tidak kesulitan untuk memahami model pakaian yang teman-teman maksudkan. Akhirnya Selamat mencoba, dan jangan mudah putus asa ya...!


Busana dan pelengkap (milineris dan asesoris) yang kita pakai setiap hari dibuat tidak asal jadi, tetapi berdasarkan pola atau rancangan tetentu yang disebut dengan desain. Semakin maju tingkat kehidupan masyarakat, semakin banyak memerlukan peran desain, semakin tinggi selera masyarakat semakin tinggi pula tuntutan kecermatan desainnya. Hal ini disebabkan karena dalam berbusana manusia selalu menuntut dua nilai sekaligus, yaitu nilai jasmaniah berupa enak dan nyaman dipakai dan nilai rohaniah berupa keindahan dan keanggunan.
Desain busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon desainer. Pada desain busana ini akan dijelaskan tentang pengertian desain busana, jenis-jenis desain, unsur-unsur desain, prinsip-prinsip desain, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendesain, desain anatomi tubuh, teknik menggambar bagian-bagian busana dan teknik pewarnaan, dan penyelesaian desain.
Sebuah desain tidak mungkin tercipta tanpa ada unsur-unsur pembentuknya, dan tidak akan indah atau menarik dilihat tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip desain. Apa saja yang tergolong pada unsur dan prinsip desain ini akan dibahas secara mendalam pada bab ini. Dengan pengetahuan tentang desain ini, diharapkan seorang calon desainer dapat membuat desain busana dengan baik dan benar.
Desain tidak hanya sekedar gambar saja, tetapi dengan desain seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian. Dengan kata lain, desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Jadi, jelaslah bahwa desain memegang peranan penting dalam pembuatan suatu pakaian.


A. Pengertian Desain
Desain berasal dari bahasa Inggris (design) yang berarti ”rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, ”desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Selanjutnya, dilihat dari kata kerja, desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan.
Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda seperti busana. Desain dihasilkan melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa, seni, serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar. Desain ini mudah dibaca atau dipahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain sehingga mudah diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan, dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar. Gambar tersebut merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain. Setiap busana adalah hasil pengungkapan dari sebuah proses desain.

B. Jenis-Jenis Desain

Secara umum desain dapat dibagi 2, yaitu desain struktur (structural design) dan desain hiasan (decorative design).

1. Desain Struktur (Structural Design)
Desain struktur pada busana disebut juga dengan siluet busana (silhouette). Siluet adalah garis luar dari suatu pakaian, tanpa bagian-bagian atau detail seperti lipit, kerut, kelim, kup, dan lain-lain. Namun jika detail ini ditemukan pada desain struktur, fungsinya hanyalah sebagai pelengkap.
Berdasarkan garis-garis yang dipergunakan, siluet dapat dibedakan atas beberapa bagian yang ditunjukkan dalam bentuk huruf. Dalam bidang busana dikenal beberapa siluet, yaitu:
a. Siluet A
Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas kecil, dan bagian bawah besar. Bisa juga tidak mempunyai lengan.
b. Siluet Y
Merupakan model pakaian dengan model bagian atas lebar tetapi bagian bawah atau rok mengecil.

c. Siluet I
Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas besar atau lebar, bagian badan atau tengah lurus dan bagian bawah atau rok besar.

d. Siluet S
Merupakan pakaian yang mempunyai model dengan bagian atas besar, bagian pinggang kecil dan bagian bawah atau rok besar.

e. Siluet T
Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher kecil, ukuran lengan panjang dan bagian bawah atau rok kecil.

f. Siluet L
Merupakan bentuk pakaian variasi dari berbagai siluet, dapat diberikan tambahan dibagian belakang dengan bentuk yang panjang/drapery. Bentuk ini biasanya terlihat pada pakaian pengantin barat.


2. Desain Hiasan (Decorative Design)
Desain hiasan pada busana mempunyai tujuan untuk menambah keindahan desain struktur atau siluet. Desain hiasan dapat berupa krah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bus, dan lain-lain.
Desain hiasan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut, yaitu:
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak berlebihan.
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya.
c. Cukup ruang untuk latar belakang, yang memberikan efek kesederhanaan dan keindahan terhadap desain tersebut.
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama indahnya dengan penempatan pola-pola pada benda tersebut.
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan sesuai dengan cara pemeliharaannya.


ARTIKEL TERKAIT :

  1. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 1) - Desain Busana 
  2. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 2) - Unsur-unsur Desain Busana
  3. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 3) - Prinsip-Prinsip Desain Busana
  4. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 4) - Alat dan Bahan Untuk Mendesain
  5. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 5) - Anatomi Tubuh untuk Desain
  6. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 6) - Menggambar Bagian-bagian Tubuh
  7. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 7) - Gerakan Tubuh pada Desain Busana
  8. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 8) - Menggambar Bagian-Bagian Busana
  9. BALAJAR CARA MENDESAIN BUSANA (BAG 9) - Pewarnaan dan Penyelesaian Gambar 
 
 
Sumber http://anaarisanti.blogspot.com

DAFTAR ISI
Widget by Putra Q-Ae